-
Chapter 186
Dinda Tirani
11:00,Jan 18,2024
Haris dan Lidya sedang berada di ranjang tempat mereka akan menghabiskan sisa malam ini. Tubuh mereka sudah telanjang, tak berbalut apapun. Lidya berbaring pasrah dengan kedua kaki terbuka lebar. Kepala Haris berada disana, sedang dengan rakusnya menciumi dan menjilati selangkangan Lidya, yang bibir vaginanya kini sudah sangat becek. Lidah Haris terus menyapu bibir itu, dan sesekali menyentil biji kecil yang membuat Lidya menggelinjang tak karuan.
“Sayaaang, aku keluar laghiiii…”
Tubuh Lidya mengejang hebat, orgasme kedua yang dia dapatkan dari mulut Haris malam ini. Tubuhnya langsung melemas, tapi bibirnya tersenyum, tanda senang dan puas dengan apa yang dilakukan Haris. Harispun tersenyum, berhasil memuaskan teman tapi mesumnya itu.
“Lanjut yank?”
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Chapter 551
Novita.Ramadhani
10:00,May 01,2025
Perjalanan dalam kehidupan cinta yang selalu dibumbui dengan gairah dan fantasi sehingga timbul kenikmatan diantara cinta, bahkan tanpa cinta pun kenikmatan itu datang dengan sendirinya.
“James, maen beneran yuk?” ajaknya.
“Wah, gila juga nih cewek”, pikirku.
Ayu mulai merasa enak.
“Tuh enak kan”, kataku.
“Iyah”, jawabnya, “Bener! enak sekali.. lebih cepet dong James.”
Kupercepat permainanku, dan dia mendesah, “Ah.. ah.. ah..” karena merasa nikmat. Lama juga aku mengocoknya.
Tak lama kemudian, “James.. aku mau keluar lagi.”
-
-
-
-
-
Chapter 189
Neng Gemoy
10:00,Jun 06,2024
Ini kisah Kino tentang the coming of age yang kadang-kadang melodramatik.
Mba Rien tampak memejamkan mata erat-erat ketika Kino mengurut-urut tonjolan itu seperti yang diminta Mba Rien.
“Terus, Kino… teruskan, ohhhhhh..,” Mba Rien seperti merengek-rengek dengan wajah yang semakin memerah dan mulut membuka menghembuskan nafas memburu. Kino memenuhi permintaannya, menggosok dan mengurut dengan jari tengahnya lebih cepat lagi.
Mudah sekali jari tangannya melesak ke liang kenyal kecil di bawah sana, karena liang itu seperti membuka dengan sendirinya, dan seperti hendak menyedot masuk jarinya.
Gerakan-gerakan tangan Kino semakin teratur; naik…, turun…. berputar,… naik … turun…. melesak sedikit. Demikan seterusnya, sementara Mba Rien kini menggelinjang, mengerang-erang seperti ada kenikmatan memenuhi relung jiwanya.
“Oooooh, Kino… lebih cepat lagi ….
-
-
Chapter 40
Eka Pratiwi
08:00,Jan 01,1970
Di kehidupan sebelumnya, istri yang menawan dan kuatnya memberikan segalanya padanya, berharap dia akan melihatnya. Namun, dia memilih untuk percaya pada hasutan ayah angkatnya dan mencuri rahasia perusahaan istri. Dia menghina dia, memaksa dia bercerai, dan pada akhirnya, ayah angkatnya menguras kekayaannya dan membakarnya hidup-hidup. Di kehidupan keduanya, menghadapi manipulasi ayah angkatnya dan rencana jahat kakak laki-lakinya, dia erat memegang pahanya istri dan berkata, "Sayang, sudah mulai dingin. Lawan kita seharusnya bangkrut!"
-
-